Kamis, 29 November 2012

Mahasiswa dan Tanggung Jawab

/>Mahasiswa merupakan generasi muda yang sedang beraktifitas mendalami ilmu di perguruan tinggi untuk menggali potensi intelektual, memperluas wawasan, dan menanamkan semangat pengabdian. Sehingga terbentuklah mahasiswa yang ideal yang dalam aktifitasnya termotivasi oleh cita-cita pribadi dan cita-cita masyarakat luas.
Menjadi mahasiswa adalah anugerah Allah swt yang patut kita syukuri. Patut kita syukuri karena masih banyak generasi bangsa yang tidak dapat kuliah karena mahalnya biaya. Diketahui hanya 5% saja penduduk Indonesia yang dapat menikmati pendidikan tinggi.
Namun demikian, kuliah di perguruan tinggi bukanlah tujuan utama tetapi hanyalah sarana untuk mencapai cita-cita di masa depan. Oleh karena itu, sudah seharusnya mahasiswa memanfaatkan waktu kuliah dengan sebaik-baiknya agar dapat meraih cita-citanya itu.
Berbagai aktivitas yang mahasiswa baik di dalam maupun di luar kampus seharusnya dilandasi karena adanya kesadaran tanggung jawab. Tanggung jawab itu dapat dikelompokan manjadi 3 jenis yaitu; tanggung jawab terhadap Allah swt, tanggung jawab terhadap orang lain dan tanggung jawab terhadap diri sendiri.
Dengan menyakini bahwa kita memiliki tangung jawab terhadap Allah swt maka hidup kita akan terkontrol dan mendapatkan menfaat ganda. Terkontrol dengan maksud bahwa tindakannya akan terkendali tidak hanya menuruti nafsu saja tetapi termonitoring oleh akal. Kita akan berfikir jauh ke depan dalam melakukan sesuatu rasional dan penuh perhitungan sehingga akan terhindar dari perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Sedangkan yang dimaksud dengan mendapatkan manfaat ganda ialah kita tidak hanya akan mendapatkan manfaat berupa keuntungan di dunia saja tetapi juga akan mendapatkan imbalan pahala untuk meraih keuntungan di akherat kelak. Keuntungan ganda dapat tercapai apabila kita menjalankan setiap perilaku kita untuk beribadah kepada Allah semata.
“ Tidak lah Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku “ ( QS. 51:56 )

Tanggung jawab terhadap orang lain ialah diantara orang tua, dosen, masyarakat dan lingkungan. Tanggung jawab kita terhadap orang tua karena mereka telah melahirkan dan membesarkan kita. Kepada dosen karena mereka adalah manusia yang mendidik kita untuk mencapai kedewasaan. Terhadap masyarakat karena kita adalah mahluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain. Sehingga kita patut peduli kepada masyarakat.
Sifatnya dapat secara formal maupun non formal. Secara formal misalnya mengikuti berbagai kegiatan dalam wadah organisasi mahasiswa ataupun dalam wadah organisasi masyarakat. Kegiatan tersebut bergerak dengan aktivitas kepedulian sosial yang terorganisir. Sedangkan yang non formal bisa dalam wujud kepedulian, perhatian dan kasih sayang kita terhadap sesama tanpa terorganisir secara legal. Tanggung jawab ini
Dan yang terakhir, kita memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri. Tanggung jawab itu meliputi tanggung jawab secara rohani, jasmani dan akal fikiran. Secara rohani jiwa kita membutuhkan masukan ruhiyah melalui agama. Membutuhkan internalisasi nilai-nilai spiritual untuk mendekatkan diri kapada Illahi. Kita membutuhkan siraman rohani yang mampu menyegarkan jiwa kita agar kita selalu bersemangat dalam melakukan aktifitas hidup. Tubuh kita juga memerlukan makanan dan minuman, istirahat, olah raga dan sebagainya untuk menjaga kesehatan tubuh. Sedangkan masukan yang bersifat akal pikiran adalah kebutuhan akan ilmu pengetahuan untuk memenuhi rasa ingin tahu manusia yang tak pernah berhenti. Dan ilmu pengetahuan itu diperlukan untuk membangun kemajuan masyarakat yang sejahtera.
Dari uraian di atas akan dapat diambil kesimpulan bahwa kita harus mampu menjalankan semua kegiatan dengan seimbang dan penuh tanggung jawab. Semua kegiatan seharusnya dilakukan bukan hanya untuk memenuhi tanggung jawab diri sendiri saja, tetapi juga untuk memenuhi tanggung jawab terhadap orang lain dan Allah swt. Dan ketiganya harus menyatu dalam satu waktu dan kegiatan tanpa dipisah-pisahkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar